Beton Bertulang

I. Konsep Beton Bertulang
Beton bertulang (reinforced concrete) tersusun dari bahan beton dan baja, yang antara keduanya mempunyai ikatan/lekatan (bond) yang kuat sehingga membentuk suatu bahan komposit. Beton mempunyai kekuatan yang besar dalam menahan gaya tekan (compression), namun lemah dalam menahan gaya tarik. Bagian beton yang menahan gaya tarik akan diperkuat atau digantikan oleh baja tulangan.
II. Bahan Penyusun Beton
2.1. Bahan penyusun beton
Beton tersusun dari beberapa bahan yaitu:
1. semen
2. air
3. agregat halus (pasir), ukuran butir ≤ 5 mm
4. agregat kasar (kerikil, batu belah), ukuran butir > 5 mm
5. bahan tambah (admixture)
Campuran semen dan air yang berupa pasta merupakan bahan pengikat pasir dan kerikil menjadi satu kesatuan. Semen dan air ini akan bereaksi secara kimiawi, sehingga bahan-bahan tersebut akan menjadi satu kesatuan yang padat dan keras seperti batu.
2.2. Sifat-sifat bahan penyusun beton
Beton keras mempunyai kuat tekan yang tinggi. Beberapa faktor yang berpengaruh pada mutu beton antara lain:
1. umur beton
2. faktor air semen (water cement ratio)
3. proporsi campuran bahan penyusun dan bahan tambah
4. sifat mudah dikerjakan (workability)
5. perawatan beton (curing)
 1. Kuat tekan beton
Kuat tekan beton didapatkan dari pengujian silinder standar (diameter 15 cm, tinggi 30 cm) pada saat umur mencapai 28 hari.
Beberapa penentu sifat-sifat beton dan nilainya adalah sebagai berikut (berdasarkan SNI ‘02):
1. Tegangan tekan fc’
2. Modulus elastisitas untuk beton secara umum: Ec = 0,043 wc1,5 ,
untuk beton normal Ec = 4700
3. Regangan c = 0,002 atau 0,2 %
4. Regangan cu = 0,003 atau 0,3 %
2. Kuat tarik beton
Kuat tarik beton dibagi menjadi 2 kondisi:
1. Tarik lentur (modulus of rupture)
2. Tarik belah (splitting)
Kuat tarik lentur (modulus of rupture) fcr didapatkan dari pengujian lentur balok

No comments:

Post a Comment

Post a Comment