MENGAPA Cewek harus menikahi seorang ENGINEER?



Mengapa Anda harus menikah dengan seorang Engineer. marilah saya jelaskan mengapa gadis akhirnya harus menikahi Engineer daripada lulusan Hukum, Manajemen, Arts(seni) atau Kedokteran. Engineer memiliki tiga keunggulan berbeda dibandingkan lulusan lainnya.








Keuntungan 1: gaya hidup Aman
  • Pacar Engineer dapat menyediakan Anda dengan gaya hidup aman. Pada usia 27 tahun, seorang Engineer telah memiliki pekerjaan, terhormat dan stabil, sehingga akan memberikan dia penghasilan yang tinggi untuk memiliki mobil, berinvestasi, memiliki kehidupan yang nyaman, dan menikah dan membeli rumah juga.
  • lulusan Hukum masih bekerja sebagai magang di firma hukum rendah.
  • Sebagian besar lulusan manajemen baru saja gagal pada rencana bisnis pertama mereka.
  • Para lulusan seni masih mencari pekerjaan.
  • Dan lulusan sekolah kedokteran masih tinggal di rumah sakit.

Keuntungan 2: Unmatchable industriousness
  • Pacar Engineer akan mendedikasikan sejumlah waktu dan usaha untuk mengerti Anda. Engineer benar-benar bekerja sangat keras untuk memahami pekerjaan mereka. Anda dapat percaya bahwa mereka benar-benar akan berusaha sangat keras untuk mengerti wanita juga, seperti bagaimana mereka memahami pekerjaan mereka, sekali mereka percaya bahwa Anda adalah pasangan yg tepat untuknya. Jadi, walaupun mereka tidak mengerti awalnya, mereka akan terus berusaha. Bahkan jika mereka masih tidak mengerti, mereka akan mengetahui metode yang tepat untuk membuat Anda senang (misalnya membeli cincin berlian  bernilai 1 minggu kebahagiaan) Dan. Begitu mereka mengetahui formula rahasianya, mereka hanya akan terus mengulanginya sehingga hasil yang diinginkan muncul.
  • Tidak seperti Pengacara yang akan berdebat dengan Anda.
  • Sarjana Manajemen yang akan mencoba untuk mengendalikan pengeluaran Anda,
  • Sarjana Seni Rupa akan merubah banyak “perubahan” diri anda.
  • Dan lulusan sekolah kedokteran yang akan mengoperasi Anda.
  • Dan apakah kau tahu?, bahwa itu benar-benar sangat mudah untuk membuat Engineer percaya bahwa Anda adalah pasangan yg tepat baginya. Katakan bahwa Anda seperti salah satu proyek mereka dan mereka akan menjadi ketagihan kepada Anda selamanya.

Keuntungan 3: Seorang pacar Engineer tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan Anda.
Mari pertama-tama saya memberi tahu Anda apa yang salah dengan lulusan yang lain.
  • Para pengacara akan berbohong tentang segala sesuatu.
  • lulusan Manajemen akan menipu uang Anda.
  • Para lulusan seni akan main mata,
  • dan Anda mungkin hanya terlihat seperti mayat lain untuk lulusan sekolah kedokteran.
  • pacar Engineer Anda terlalu sibuk untuk berselingkuh, dan bahkan jika ia berselingkuh, dia terlalu bodoh untuk berbohong kepada Anda tentang itu. Oleh karena itu, seorang Engineer adalah pacar yang paling aman yang pernah Anda akan temukan –

oleh karena itu pacar Engineer:
  1. cukup kaya, 
  2. akan terus berusaha untuk memahami dan menyenangkan Anda, 
  3. tidak memiliki waktu untuk berselingkuh, dan 
  4. terlalu bodoh untuk berbohong kepada Anda
  5. plus mereka lebih keren dibandingkan yang lain bukan?

The Gullwing Twin Wind Towers, Turbin Angin Terbesar di Dunia


The Gullwing Twin Wind Towers mungkin menjadi salah satu desain menara pencakar langit yang menjadi turbin angin sebagai sumber energi yang paling ambisius di awal tahun 2011. Menara ini dirancang untuk menjalankan energi sepenuhnya dari tenaga angin yang dihasilkan oleh turbin angin yang diletakkan di menara ini.

Arsitek dan desainer di ARXX Studio merancang gedung pencakar langit menara kembar mandiri untuk Dubai, yang menghasilkan semua energi yang dibutuhkan dari sumber terbarukan yang bersumber dari angin yang pastinya ramah lingkungan. Dibaptis dalam Gullwing Twin Wind Towers, menara ini dilengkapi sistem pembangkit energi unik yang menggunakan turbin angin engsel melekat pada bangunan untuk menghasilkan listrik dari angin.


Jika menara pencakar langit yang dibuat dan didukung sepenuhnya oleh turbin angin sendiri. The Gullwing Twin Wind Towers direncanakan untuk Dubai, sebuah negara yang telah menjabat sebagai tempat berkembang biak untuk konsep gedung pencakar langit yang luar biasa.


Sayap struktur melingkar yang mendorong turbin untuk menghasilkan listrik bersih. Turbin adalah silinder dengan bagian lingkaran, di mana setiap bagian berisi serangkaian cincin berbilah untuk menangkap angin. Menara telah dirancang dalam bentuk silinder untuk mensimulasikan efek tornado untuk memaksimalkan pembangkit energi yang ramah lingkungan.


Foto The Gullwing Twin Wind Towers










Cara Kerja The Gullwing Twin Wind Towers





Data-Data Untuk Perencanaan Pelabuhan

Perencanaan pelabuhan merupakan pekerjaan yang lumayan jarang ditemui oleh pekerja teknik sipil. Karena pembangunan pelabuhan tidak sebanyak pembangunan perumahana, gedung bertingkat dan jalan. Banyak pihak yang terlibat dalam mendirikan bangunan ini, dan banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk membangun sebuah pelabuhan. Pertimbangan tersebut meliputi pertimbangan ekonomi, politik, dan teknis. Selain itu, pembangunan pelabuhan juga membutuhkan biaya yang besar. Sehingga pertimbangan ekonomi menjadi tinjauan awal dalam merencanakan pelabuhan. Study kelayakan terhadap pembangunan suatu pelabuhan sangat perlu dilakukan agar biaya investasi dan operasional dapat tertutupi dalam jangka waktu tertentu. Jika suatu pelabuhan layak untuk dibangun, maka hal kedua adalah mengumpulkan sejumlah informasi untuk memperoleh data - data yang terkait dengan pembangunan pelabuhan.
Adapun data awal yang dibutuhkan adalah data topografi dan data bathymetri. Data topografi berguna untuk mengetahui situasi dan ketinggian tanah untuk keperluan dermaga, sedangkan data bathymetri digunakan untuk mengetahui variasi kedalaman dan rintangan alur pelayaran di sekitar dermaga. Data ini dapat diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan.


Pelabuhan juga merupakan bangunan yang dibangun oleh lulusan teknik sipil khususnya bagian hidroteknik dan bangunan pelabuhan berhubungan dengan air, laut. Untuk itu data-data hidrografi dan oceanografi tentu saja menjadi bagian penting. Data hidrografi dan oceanografi meliputi data pasang surut, data gelombang, data arus, dan data angin. Data ini dapat diperoleh dari instansi pemerintahan seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atau badan pencatatan angin yang biasanya terletak sekitar bandar udara daerah tertentu.

Data angin diperlukan untuk merencanakan mulut alur pelayaran, atau tata letak pemecah gelombang. Tujuannya agar kolam pelabuhan dapat terhindar dari sedimentasi. Data gelombang diperlukan untuk mengetahui tinggi gelombang dan titik pecahnya gelombang untuk perencanaan pemecah gelombang. Dan data pasang surut diperlukan untuk menentukan elevasi bangunan-bangunan di pelabuhan agar tidak terendam air pada saat pasang.


Selain data-data diatas, dalam merencankan suatu pelabuhan juga harus dilakukan penyelidikan tanah untuk merencanakan dermaga yang aman dan ekonomis.


Referensi :

Pelabuhan Cetakan ke 7 (2007) oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, CES. DEA
www.bmg.go.id
http://digilib.its.ac.id

Cara Memilih Lokasi Pelabuhan

Pernahkah Anda mendengar Sabang? Sabang merupakan nama sebuah kota di Pulau Weh. Kota ini terletak di bagian paling barat Indonesia. Di pulau ini terdapat sebuah tugu titik 0 (nol) kilometer Indonesia. Pulau Weh berbatasan langsung dengan samudera Hindia, sehingga pulau ini terkenal dengan keindahan laut dan pantainya. Namun, hanya ada satu jenis transportasi yang sering digunakan orang untuk menuju pulau ini, yaitu transportasi laut. Untuk keperluan transportasi laut, dibutuhkan sebuah pelabuhan. Agar bangunan pelabuhan dapat dijangkau oleh banyak orang, maka diperlukan beberapa hal yang mempengaruhi lokasi atau letak suatu pelabuhan.

Letak suatu pelabuhan akan mempengahui operasional pelabuhan tersebut. Misalnya pelabuhan penumpang diusahakan terletak di lokasi yang padat penduduknya dan ada akses jalan raya menuju ke pelabuhan. Pelabuhan curah diletakkan di lokasi pabrik. Begitu juga dengan pelabuhan barang dan peti kemas. Intinya fungsi utama pelabuhan juga menentukan letak pelabuhan.


Menurut Bambang Triatmodjo (1986), tidak hanya fungsi yang menentukan lokasi, tetapi ada beberapa tinjauan alam yang harus juga diperhatikan. Adapun tinjauan yang dimaksud adalah tinjauan topografi dan geologi, pelayaran, sedimentasi, arus dan gelombang, serta kedalaman air. Hal ini akan mempengaruhi bangunan pelabuhan.


Tinjauan topografi dan geologi.

Untuk membangun sebuah pelabuhan diperlukan daratan yang luas untuk keperluan fasilitas pelabuhan seperti gudang dan dermaga. Bisa juga daratan yang sempit, tetapi harus didukung oleh perairan yang dangkal agar dapat ditimbun. Geologi atau data tanah diperlukan untuk mengetahui kemudahan dalam pengerukan kolam pelabuhan.

Tinjauan pelayaran, arus dan gelombang.

Kapal-kapal yang berlayar juga dipengaruhi oleh angin, gelombang, dan arus. Untuk itu letak pelabuhan harus memudahkan kapal-kapal berlayar dengan didukung angin, gelombang dan arus air laut.

Tinjauan sedimentasi.

Sedimentasi atau pengendapan lumpur di sekitar pelabuhan harus diusahakan seminimal mungkin, bahkan tidak terjadi sedimentasi. Karena biaya pengerukan bawah laut menghabiskan biaya yang besar. Jika terjadi sedimentasi, pelabuhan tidaklah ekonomis.

Tinjauan kedalaman air.

Kedalaman air di sekitar pelabuhan juga mempengaruhi pelabuhan. Kolam pelabuhan dirancang dengan kedalaman tertentu berdasarkan kebutuhan kapal-kapal yang dilayani. Maka kedalaman air disekitar pelabuhan harus terjaga.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Weh

http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia
http://iamnotthoseman.wordpress.com

Diagram superelevasi

Pembangunan jalan raya sepertinya menjadi pekerjaan yang tidak pernah habis. Ada saja pembukaan lokasi baru yang memerlukan sarana jalan raya, bahkan jalan yang sudah dibangun pun lama-kelamaan harus diperbaiki. Oleh karena itu, diperlukan sarjana-sarjana teknik teknik sipil yang mampu merencanakan jalan dengan baik.

Jalan yang baik adalah jalan yang mampu memberi keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Untuk memenuhi dua hal ini, kemiringan jalan merupakan salah satu syaratnya. Superelevasi atau kemiringan melintang jalan pada tikungan sangat perlu untuk diperhatikan. Karena hal ini akan mempengaruhi pengguna jalan pada saat melintasi tikungan. Superelevasi ini ditentukan oleh jari-jari lengkung horizontal jalan dan kecepatan rencana. Semakin tajam suatu tikungan, maka semakin besar kemiringan melintangnya (superelevasi).

Dalam perencanaan, superelevasi sering digambarkan dengan sebuah diagram yang disebut diagram superelevasi. Diagram superelevasi ini mewakilkan nilai-nilai yang terdapat pada gambar tikungan sesungguhnya. Seperti awal dan akhir lengkung, panjang lengkung (Ls), kemiringan sisi jalan (e), dan sumbu utama jalan. Sehingga memudahkan para pekerja di lapangan pada saat melaksanakan pekerjaan jalan.

Berdasarkan jenis lengkung, terdapat tiga jenis diagram superelevasi. Pertama diagram superelevasi untuk lengkung lingkaran penuh (full circle), diagram superelevasi untuk lengkung peralihan (spiral-circle-spiral), dan diagram superelevasi untuk lengkung spiral-spiral. Bentuk ketiga jenis tersebut pada dasarnya hampir sama, namun berbeda.

Berikut disajikan ketiga gambar diagram superelevasi :

Siklus Hidrologi

Apa itu siklus Hidrologi ?
Siklus Hidrologi adalah proses perputaran dan perubahan bentuk air di bumi yang dapat berupa zat cair, zat padat maupun zat gas yang terjadi secara berulang-ulang.

Siklus Hidrologi
Karakteristik siklus Hidrologi :
Pertama, daur hidrologi dapat berupa daur pendek, misalnya hujan yang jatuh di laut, danau ataupun sungai yang segera dapat mengalir kembali ke laut.
Kedua, tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. Pada musim kemarau terlihat kegiatan daur berhenti, sedangkan pada musim penghujan daur berjalan kembali.
Ketiga, intensitas dan frekuensi daur tergantung pada keadaan geografis dan iklim. Hal ini diakibatkan adanya letak matahari yang berubah-ubah terhadap meridian bumi sepanjang tahun (pada kenyataannya yang berubah-ubah adalah letak planet bumi terhadap matahari).
Keempat, berbagai bagian dari daur dapat menjadi sangat kompleks, sehingga kita hanya dapat mengamati bagian akhirnya saja dari suatu hujan yang jatuh di permukaan tanah dan kemudian mencari jalan untuk kembali ke laut.
Meskipun konsep daur hidrologi telah disederhanakan, namun masih dapat membantu memberikan gambaran mengenai proses-proses penting dalam daur tersebut yang harus dimengerti oleh ahli hidrologi. Untuk memperjelas proses daur hidrologi maka diberikan ilustrasi pada gambar di atas.
Penjelasan gambar siklus Hidrologi :
Terjadi penguapan yang bersumber dari matahari, penguapan (evaporasi) terjadi dari air laut, air sungai, permukaan tanah maupun penguapan dari permukaan tanaman (transpirasi). Uap air tersebut akan naik dan terbawa oleh angin. Pada ketinggian tertentu uap air tersebut akan berubah menjadi awan yang kemudian berubah menjadi awan penyebab hujan. Jika kondisi alam memungkinkan maka akan terjadi presipitasi baik itu berupa hujan, hujan salju dan sebagainya. Sebagian kecil air akan diuapkan kembali sebelum sampai ke permukaan bumi. Air yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan mengalir sebagai “overland flow” yang kemudian menjadi “surface run-off”, sedangkan yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan menguap.
Apabila kondisi tanah memungkinkan sebagian air terinfiltrasi akan mengalir secara horisontal sebagai “interflow”, sebagian lagi akan tinggal di dalam massa tanah sebagai “soil moisture content” dan sisanya akan mengalir secara vertikal yang kemudian menjadi air tanah.
Ada empat macam proses dalam daur hidrologi yang harus dipelajari oleh para ahli hidrologi dan teknisi bangunan air, yaitu :
  1. presipitasi
  2. evaporasi
  3. infiltrasi
  4. limpasan permukaan (surface run-off) dan limpasan air tanah (subsurface run-off)

Sipat Datar / Waterpass

Berhubung di proyek kemarin saya masih menemui pengukuran manual dengan sipat datar, saya tertarik untuk menulisnya kembali..meski sipat datar ini bisa dikatakan tergolong jadul untuk diterapkan di proyek2 skala besar. Mengapa? Selain pemakaian lebih praktis, dari segi ketelitian juga lebih akurat. Tapi untuk hal2 yg bersifat pembelajaran, biasanya masih dipakai penggunaan dengan sipat datar ini.
Dalam hal ini saya hanya menulis tentang kondisi2 pengukuran yg mungkin terjadi di lapangan dan rumus2 dasar yg digunakan pada kondisi tersebut.  Mengenai setting alat bisa dilakukan dilapangan menggunakan alatnya langsung. Sebelum itu perlu diketahui terlebih dahulu bagian2 dari sipat datar yg diperlukan dalam perhitungan rumus2 dasar tersebut.
Bagian dalam sipat datar
Gambar tersebut menunjukan bagian optik dalam sipat datar yang dilihat pada saat kita ‘membidik’ sasaran (baca: bak ukur). Benang vertikal berfungsi untuk mengontrol bak agar tetap tegak pada saat pembacaan. Benang atas untuk pembacaan ‘atas’, benang tengah untuk pembacaan ‘tengah’ dan benang bawah untuk pembacaan ‘bawah’. untuk lebih jelas kita lihat gambar dibawah ini.
contoh pembacaan :
ba =1,35 m ;    bt = 1,25 m;     bb = 1,15 m
Dari sini bisa kelihatan langsung fungsi dari masing2 benang. Benang tengah merupakan pembacaan yg digunakan untuk mencari beda tinggi dari dua buah titik pembacaan. Benang atas dan bawah berfungsi untuk mengoreksi pembacaan benang tengah. Selain itu  fungsi benang atas dan bawah juga untuk menghitung jarak optis, yaitu jarak antara pesawat (sipat datar) dan bak ukur yg diperoleh dari pembacaan sipat datar (optik).
Rumus :
1. Mengontrol pembacaan benang tengah (t).
** a = benang atas ; b = benang bawah ; t = benang tengah
2. Jarak Optis
** 100 = faktor pengali alat (dari spesifikasi alat)
Sipat datar / Waterpass

Perencanaan Geometrik Jalan

Perencanaan geometrik adalah merupakan bagian dari perencanaan jalan keseluruhan. Ditinjau secara keseluruhan perencanaan geometrik harus dapat menjamin keselamatan maupun kenyamanan dari pemakai jalan. Untuk dapat menghasilkan suatu rencana jalan yang baik dan mendekati keadaan yang sebenarnya diperlukan suatu data dasar yang baik pula.
Perencanaan geometrik jalan juga merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimal pada arus lalu-lintas. Jadi tujuan dari perencanaann geometrik jalan adalah menghasilkan infrastruktur yang aman dan efisien pelayanan arus lalu lintas serta memaksimalkan biaya pelaksananaan ruang, bentuk dan ukuran. Jalan dapat dikatakan baik apabila dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemakai jalan.
Secara geometrik, perencanaan jalan dibagi menjadi 2, yaitu perencanaan alinyemen horisontal dan alinyemen vertikal. Alinyemen horizontal atau trase suatu jalan adalah garis proyeksi sumbu jalan tegak lurus pada bidang peta, yang biasa disebut tikungan atau belokan. Sedangkan Alinyemen vertikal adalah garis potong yang dibentuk oleh bidang vertikal melalui sumbu jalan dengan bidang permukan pengerasan jalan, yang biasa disebut puncak tanjakan dan lembah turunan (jalan turun).

Tinjauan alinyemen horizontal secara keseluruhan
Ditinjau secara keseluruhan, penetapan alinyemen horizontal harus dapat menjamin keselamatan maupun kenyamanan bagi pemakai jalan. Untuk mencapai tujuan ini antara lain perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • ­ Sedapatnya mungkin menghindari broken back, artinya tikungan searah yang hanya dipisahkan oleh tangen yang pendek.
  • ­ Pada bagian yang relatif lurus dan panjang, jangan sampai terdapat tikungan yang tajam yang akan mengejutkan pengemudi.
  • ­ Kalau tidak sangat terpaksa jangan sampai menggunakan radius minimum, sebab jalan tersebut akan sulit mengikuti perkembangan-perkembangan mendatang.
  • ­ Dalam hal kita terpaksa menghadapi tikungan dengan lengkung majemuk harus diusahakan agar R1 > 1,5 R2.
  • ­ Pada tikungan berbentuk S maka panjang bagian tangen diantara kedua tikungan harus cukup untuk memberikan rounding pada ujung-ujung tepi perkerasan.
Menetapkan kecepatan rencana (design speed)
Untuk menetapkan alinyemen horizontal pada suatu rute, section ataupun segment dari suatu jalan, perlu diketahui terlebih dahulu ‘Topography” yang akan dilalui oleh trase jalan yang akan di design. Keadaan topograpi tersebut kemudian akan dijadikan dasar dalam menetapkan besarnya kecepatan rencana dari jalan yang akan direncanakan, setelah kelas jalan tersebut ditentukan.
Macam-macam kurva dalam alinyemen horizontal
Bentuk kurva dalam alinyemen horizontal terdiri atas :
  • Full Circle – FC (Lengkung Penuh) yaitu, Lengkung yang hanya terdiri dari bagian lengkung tanpa adanya peralihan. Yang dimaksud disini adalah hanya ada satu jari2 lingkaran pada lengkung tersebut. (lihat perbedaan dengan SCS)

  • Spiral-Circle-Spiral – SCS yaitu, Lengkung terdiri atas bagian lengkungan (Circle) dengan bagian peralihan (Spiral) untuk menghubungkan dengan bagian yang lurus FC. Dua bagian lengkung di kanan-kiri FC itulah yg disebut Spiral. (lihat perbedaan dengan FC).

  • Spiral-Spiral – SS yaitu, Lengkung yg hanya terdiri dari spiral-spiral saja tanpa adanya circle. Ini merupakan model SCS tanpa circle. Lengkung ini biasanya terdapat di tikungan dengan kecepatan sangat tinggi. (lihat perbedaan dengan SCS)


Tinjauan alinyemen vertikal secara keseluruhan
Ditinjau secara keseluruhan alinyemn vertikal harus dapat memberikan kenyamanan kepada pemakai jalan disamping bentuknya jangan sampai kaku. Untuk mencapai itu harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • ­ Sedapat mungkin menghindari broken back, grad line atinya jangan sampai kita mendesaign lengkung vertikal searah (cembung maupun cekung) yang hanya dipisahkan oleh tangen yang pendek.
  • ­ Menghindari hidden dip, artinya kalau kita mempunyai alinymen vertikal yang relatif datar dan lurus, jangan sampai didalamnnya terdapat lengkung-lengkung cekung yang pendek yang dari jauh kelihatannya tidak ada atau tersembunyi.
  • ­ Landai penurunan yang tajam dan panjang harus diikuti oleh pendakian agar secara otomatis kecepatan yang besar dari kendaraan dapat dikurangi.
  • ­ Kalau pada suatu potongan jalan kita menghadapi alinyemen vertikal dengan kelandaian yang tersususun dari prosentase kecil sampai besar, maka kelandaian yang paling curam harus ditaruh pada bagian permulaan landai, berturut-turut kemudian kelandaian yang lebih kecil. Sampai akhirnya yang paling kecil.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan
Alinyemen vertical direncanakan dengan mempertimbangkan antara lain hal-hal sebagai berikut :
  • Kecepatan rencana
Kecepatan rencana yang diambil harus disesuaikan dengan ketetapan yang telah dipakai pada alinyemen horizontal. Dengan demikian klasifikasi medan yang telah ditetapkan untuk alinyemen horizontal berikut wilayah-wilayah kecepatan rencananya harus dijadikan pegangan untuk menghitung tikungan-tikungan pada alinyemen vertikal. Kalau hal ini tidak dijaga akan diperoleh ketidak seimbangan, misalnya disatu pihak kita mempunyai kecepatan rencana yang tinggi untuk alinyemen horizontal, sedangkan alinyemen vertikalnya hanya mempunyai kecepatan rencana yang lebih rendah atau sebaliknya. Ini berarti akan merugikan pemakai jalan atau bahkan bias membahayakan pemakai jalan.
  • Topography
Keadaan topography ini earat hubungannya dengan volume pekerjaan tanah. Untuk terrain yang berat sering kita terpaksa harus menggunakan angka-angka kelandaian maximum pada alinyemen vertikal agar volumem pekerjaan tanah dapat dikurangi. Pada perencanaan jalan baru kita harus agak berhati-hati dalam menetapkan alinyemen vertikal. Sebab sekali kita kurang bijaksana dalam menetapkan kelandaian jalan, perbaikannya akan menuntut biaya yang sangat besar. Disamping itu penetapan kelandaian harus sedemikian sehingga tinggi galian atau dalamnya timbunan masih dalam batas-batas kemampuan pelaksanaan.
  • Fungsi jalan
Dalam merencanakan jalan (terutama didaerah perkotan) sering kita hadapi bahwa rencana jalan kita akan crossing dengan existing road. Sebelum menetapkan bentuk tersebut kita harus mengetahui betul, apa sebetulnya fungsi jalan kita maupun fungsi jalan yang dicross oleh kita jalan tersebut. Sehingga dengan demikian dapat kita tentukan bentuk-bentuk crossing tersebut. Dari bentuk-bentuk crossing tersebut baru dapat kita tentukan alinyemen vertikalnya.
  • Tebal perkerasan yang diperhitungkan
Untuk design jalan baru, tebal perkerasan tidak mempengaruhi penarikan alinyemen vertikal. Tapi untuk design yang sifatnya betterment, tebal perkerasan akan memegang peranan penting. Dalam hal ini penarikan alinyemenvertikal harus sudah sedemikian sehingga kedudukannya terhadap permukaan jalan lama mendekati atau sesuai dengan yang telah diperhitungkan.
  • Tanah dasar
Kadang-kadang kita terpaksa membuat jalan diatas tanah dasar yang sering kena banjir. Disini kita harus hati-hati artinya jangan sampai alinyemen vertikal kita tidak cukup tinggi. Kedudukan alinyemen vertikal harus sedemikian sehingga : Permukaan air banjir tidak mencapai lapis-lapis perkerasan. Cukup tinggi sampai kita dapat memasang culvert yang betul-betul bisa berfungsi.

Macam-macam contoh bentuk dalam alinyemen vertikal


FULL CIRCLE
Lengkung ini untuk R min < R rencana < Lengkung tanpa peralihan


SPIRAL CIRCLE  SPIRAL


SPIRAL SPIRAL
Lengkung yang hanya terdiri dari bagian spiral saja. Hal ini terjadi jika R min < R rencana < R lengkung peralihan dan Lc < 20m

Kasih Sayang Seorang Ibu


Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

Beton Bertulang

I. Konsep Beton Bertulang
Beton bertulang (reinforced concrete) tersusun dari bahan beton dan baja, yang antara keduanya mempunyai ikatan/lekatan (bond) yang kuat sehingga membentuk suatu bahan komposit. Beton mempunyai kekuatan yang besar dalam menahan gaya tekan (compression), namun lemah dalam menahan gaya tarik. Bagian beton yang menahan gaya tarik akan diperkuat atau digantikan oleh baja tulangan.
II. Bahan Penyusun Beton
2.1. Bahan penyusun beton
Beton tersusun dari beberapa bahan yaitu:
1. semen
2. air
3. agregat halus (pasir), ukuran butir ≤ 5 mm
4. agregat kasar (kerikil, batu belah), ukuran butir > 5 mm
5. bahan tambah (admixture)
Campuran semen dan air yang berupa pasta merupakan bahan pengikat pasir dan kerikil menjadi satu kesatuan. Semen dan air ini akan bereaksi secara kimiawi, sehingga bahan-bahan tersebut akan menjadi satu kesatuan yang padat dan keras seperti batu.
2.2. Sifat-sifat bahan penyusun beton
Beton keras mempunyai kuat tekan yang tinggi. Beberapa faktor yang berpengaruh pada mutu beton antara lain:
1. umur beton
2. faktor air semen (water cement ratio)
3. proporsi campuran bahan penyusun dan bahan tambah
4. sifat mudah dikerjakan (workability)
5. perawatan beton (curing)
 1. Kuat tekan beton
Kuat tekan beton didapatkan dari pengujian silinder standar (diameter 15 cm, tinggi 30 cm) pada saat umur mencapai 28 hari.
Beberapa penentu sifat-sifat beton dan nilainya adalah sebagai berikut (berdasarkan SNI ‘02):
1. Tegangan tekan fc’
2. Modulus elastisitas untuk beton secara umum: Ec = 0,043 wc1,5 ,
untuk beton normal Ec = 4700
3. Regangan c = 0,002 atau 0,2 %
4. Regangan cu = 0,003 atau 0,3 %
2. Kuat tarik beton
Kuat tarik beton dibagi menjadi 2 kondisi:
1. Tarik lentur (modulus of rupture)
2. Tarik belah (splitting)
Kuat tarik lentur (modulus of rupture) fcr didapatkan dari pengujian lentur balok

Kegagalan Drainase Kota

kegagalan drainase kota Oleh Iden Wildensyah, Dibeberapa kota di Indonesia, sudah lazim melubernya air dari saluran drainase ke jalan. Kemudian menggenangi jalan itu sendiri. Sebut saja di Kota Bandung disebut dengan cileuncang. Cileuncang yang menggenangi jalan terjadi karena besarnya air permukaan yang mengalir tidak sebanding dengan luas permukaan saluran drainase. Saluran drainase yang ada menjadi tidak optimal karena banyaknya sampah yang menyumbat saluran atau sedimentasi yang tidak terkendali. Disamping itu banyaknya kepentingan terhadap saluran drainase yang sulit terkontrol seperti katakanlah kabel optic yang dikubur sepanjang jalan sedikit banyak bisa membuat saluran drainase menyempit atau mengecil dari lebar sebelumnya.

Drainase
Drainase merupakan sebagai prasarana yang dibangun berfungsi untuk melakukan pengeringan genangan air di permukaan yang diakibatkan oleh hujan deras sehingga air dapat berjalan. Prasarana ini terdiri dari jaringan selokan (sistem mikro) dengan membuang airnya ke saluran air yang lebih besar (sistem Makro). Drainase yang berasal dari kata to drain yang berarti mengeringkan atau mengalirkan air drainase, merupakan suatu sistem pembuangan air bersih dan air limbah dari daerah pemukiman, industri, pertanian, badan jalan dan permukaan perkerasan lainnya, serta berupa penyaluran kelebihan air pada umumnya, baik berupa air hujan, air limbah maupun air kotor lainnya yang keluar dari kawasan yang bersangkutan baik di atas maupun di bawah permukaan tanah ke badan air atau ke bangunan resapan buatan.

Pemahaman secara umum mengenai drainase perkotaan adalah suatu ilmu dari drainase yang mengkhususkan pengkajian pada kawasan perkotaan, yaitu merupakan suatu sistem pengeringan dan pengaliran air dari wilayah perkotaan yang meliputi pemukiman, kawasan industri dan perdagangan, sekolah, rumah sakit, lapangan olahraga, lapangan parkir, instalasi militer, instalasi listrik dan telekomunikasi, pelabuhan udara, pelabuhan laut, serta tempat-tempat lainnya yang merupakan bagian dari sarana kota yang berfungsi mengendalikan kelebihan air permukaan, sehingga menimbulkan dampak negatif dan dapat memberikan manfaat bagi kegiatan kehidupan manusia.

Drainase perkotaan terbagi menjadi dua, yaitu drainase air hujan (storm water drainage) dan drainase air limbah (sewer drainage). Drainase air hujan terletak di atas permukaan tanah dan drainase air limbah terletak di bawah permukaan tanah. Adanya pemisahan antara drainase air hujan dan air limbah ini dikarenakan air hujan yang turun ke bumi masih dapat digunakan untuk kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya, karena tidak mengandung partikel-partikel atau zat-zat yang merugikan. Sedangkan untuk air limbah yang mengandung partikel-partikel atau zat-zat yang merugikan harus dibuat sistem drainase tersendiri di bawah permukaan tanah, agar tidak mengganggu kelangsungan hidup mahluk hidup.

Solusi
Dr Ing Ir Agus Maryono, pakar teknik sipil UGM menawarkan konsep Drainase ramah lingkungan , drainase ramah lingkungan didefinisikan sebagai upaya mengelola air kelebihan dengan cara sebesar-besarnya diresapkan ke dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan ke sungai dengan tanpa melampaui kapasitas sungai sebelumnya. Dalam drainase ramah lingkungan, justru air kelebihan pada musim hujan harus dikelola sedemikian sehingga tidak mengalir secepatnya ke sungai. Namun diusahakan meresap ke dalam tanah, guna meningkatkan kandungan air tanah untuk cadangan pada musim kemarau. Konsep ini sifatnya mutlak di daerah beriklim tropis dengan perbedaan musim hujan dan kemarau yang ekstrem seperti di Indonesia.

Untuk Kota Bandung sendiri, diperlukan Kebijakan penataan ruang seperti yang didasarkan pada UU no.24/1992 yang memiliki pengertian bahwa penataan ruang tidak saja berdimensi pada perencanaan pemanfaatan ruang saja, tetapi juga termasuk dimensi pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Dalam rangka penanganan banjir terdapat empat prinsip pokok penataan ruang yang perlu dipertimbangkan, yaitu : 
1) Holistik dan terpadu. 
2) Keseimbangan kawasan hulu dan hilir. 
3) Keterpaduan penaganan secara lintas sektor dan lintas wilayah. 
4) Peran serta masyarakat mulai tahap perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Dengan demikian kebijakan penataan ruang dikembangkan untuk mewujudkan keterpaduan pembangunan wilayah yang mampu mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan hidup. Kebijakan pengembangan prasarana perkotaan harus didasarkan pada pandangan menyeluruh dalam pengelolaan air hujan. Pembangunan jaringan drainase memang merupakan usaha untuk mengatasi genangan pada suatu wilayah, namun hendaknya diperhatikan pula dampak terhadap wilayah lain di sebelah hilir, jangan sampai penyelesaian masalah banjir dan genangan pada suatu tempat justru menimbulkan masalah serupa di tempat lain di sebelah hilir. Oleh karena itu di samping jaringan drainase perlu pula dibangun sumur resapan, kolam penahan, kolam penyimpan, atau kolam resapan sebagai sarana pengendali air hujan di seluruh daerah tangkapan terutama di daerah perkotaan.

Mudah-mudahan saja jika diusahakan dengan baik, fenomena banjir cileuncang tidak akan terjadi lagi di Kota Bandung dan masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar tanpa gangguan jalanan yang rusak atau banjir secara umum di beberapa tempat langgangan banjir. Jika Drainase terawat maka akan menjadikan lingkungan aman, nyaman dan sehat. Maka dari warga maupun dari daerah lain dilarang untuk mendirikan bangunan dan membuat bak sampah diatas saluran air karena akan menghalangi jalannya kelancaran air serta menyulitkan untuk membersihkannya. Dan bersatupadu dalam membina dan menjaga lingkungan air yang bersih, sehat, dan bermanfaat secara berkelanjutan.

Teknik Konstruksi Jalan Di Atas Tanah Ekspansif

anah ekspansif adalah tanah atau batuan yang kandungan lempungnya memiliki potensi kembang-susut akibat perubahan kadar air.
Tanah ekspansif memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis tanah pada umumnya yaitu:

Mineral Lempung
Mineral lempung yang menyebabkan perubahan volume umumnya mengandung montmorillonite atau vermiculite, sedangkan illite dan kaolinite dapat bersifat ekspansif bila ukuran partikelnya sangat halus.

Kimia Tanah
Meningkatnya konsentrasi kation dan bertambahnya tinggi valensi kation dapat menghambat pengembangan tanah.

Plastisitas
Tanah dengan indeks plastisitas dan batas cair yang tinggi mempunyai potensi untuk mengembang yang lebih besar.

Struktur Tanah
Tanah lempung yang berflokulasi cenderung bersifat lebih ekspansif dibandingkan denganyang terdispersi.

Berat Isi Kering 
Tanah yang mempunyai berat isi kering yang tinggi menunjukkan jarak antar partikel yang kecil, hal ini berarti gaya tolak yang besar dan potensi pengembangan yang tinggi.
Penanganan konstruksi jalan diatas tanah ekspansif pada prinsipnya adalah menjaga agar perubahan kadar air tidak terlalu tinggi atau dengan mengubah sifat tanah lempung ekspansif menjadi tidak ekspansif. Dengan adanya perubahan kadar air yang tidak terlalu tinggi dan perubahan sifat ekspansif tanah pada periode musim hujan dan kemarau, maka tidak terjadi perubahan volume yang berarti.
Metode penanganan tanah ekspansif difokuskan ke dalam dua hal yaitu perencanaan konstruksi jalan baru dan perbaikan konstruksi jalan lama. Usaha penanganan yang paling penting adalah mengupayakan agar tanah lempung tidak menimbulkan kerusakan pada struktur perkerasan jalan. Oleh karena itu penanganan harus dilakukan dengan beberapa altenatif untuk mengetahui sifat tanah lempung yang akan dicegah atau diubah sifatnya.
Berikut beberapa alternatif metode-metode konstruksi di atas tanah ekspansif:

1. Penggantian Material
Metode penggantian material tanah ekspansif pada prinsipnya merupakan penguranagn seluruh atau sebagian tanah ekspansif sampai pada kedalaman tertentu, sehingga fluktuasi kadar air akan terjadi sekitar ketebalan tanah pengganti. Material tanah pengganti harus terdiri dari tanah yang non ekspansif agar tidak menimbulkan masalah kembang-susut tanah lagi dibawah konstruksi jalan.
Meksipun demikian masalah akan timbul apabila lapisan tanah yang berpotensi ekspansif sangat tebal, sehingga penggantian tanah seluruhnya menjadi tidak ekonomis. Untuk itu, penentuan kedalaman tanah yang akan diganti perlu dipertimbangkan terhadap besarnya kekuatan mengembang yang berlebih. Berat sendiri timbunan material pengganti harus cukup mampu menahan gaya angkat tanah ekspansif yang berada di bawah material pengganti, sehingga pengembangan atau penyusutan tidak lagi berpengaruh terhadap material di atasnya. Secara teoritis besarnya pengangkatan tanah dapat dihitung dari hasil uji laboratorium, tetapi pengangkatan tanah di lapangan umumnya kurang lebih sepertiga dari estimasi hasil uji laboratorium. Kedalaman tanah ekspansif yang akan diganti minimal setebal 1,0 meter.

2. Manajemen air
Desain drainase merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam manajemen air pada konstruksi jalan diatas tanah ekspansif. Baik buruknya kinerja perkerasan jalan tergantung kepada kondisi drainase permukaan maupun bawah permukaan. Salah satu faktor yang memicu perubahan volume tanah ekspansif sehingga dapat merusak lapis perkerasan adalah kurang berfungsinya drainase permukaan.Hal ini ditandai dengan terjadinya genangan air pada saluran samping, lunaknya tanah pada saluran dan tumbuhnya tanaman atau pepohonan akibat terendamnya lingkungan sekitar.
Drainase bawah permukaan berfungsi untuk mencegah aliran air bebas dan menurunkan muka air tanah. Aliran air yang menuju ke arah bawah badan jalan akan terhalangi oleh  drainase tersebut, sehingga aliran air akan terputus dan mengalir melalui saluran drainase ke daerah pembunangan air. Dengan tidak masuknya air ke bawah badan jalan, maka pengaruh muka air tanah terhadap lapisan perkerasan akan berkurang, sehingga perubahan kadar air yang besar akan relatif terjaga.
3. Stabilisasi
Penggunaan metode stabilisasi tanah ekspansif bertujuan untuk menurunkan nilai indeks plastisitas dan potensi mengembang yaitu dengan mengurangi prosentase butiran halus atau kadar lempungnya antara lain:
- Stabilisasi dengan kapur
- Stabilisasi dengan semen
- Stabilisasi dengan membran
- Stabilisasi dengan pembebanan
Sumber:
Penanganan Tanah Ekspansif Untuk Konstruksi Jalan (unduh disini)
Pedoman Konstruksi dan Bangunan (Pd T-10-2005-B)
Departemen Pekerjaan Umum

Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen (Pd T-14-2003)

jalan-betonDalam penerapan jalan beton semen, pengambil kebijakan harus mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan disekitar lokasi proyek, sehingga tidak terjadi kesulitan ataupun
permasalahan dikemudian hari setelah perkerasan beton semen dilaksanakan.
Pedoman ini merupakan adopsi dari AUSTROADS, Pavement Design, A Guide to the Structural Design of Pavements (1992), sehingga dengan diterbitkannya Pedoman ini, maka
Pedoman yang terdahulu tidak berlaku lagi.
Ruang lingkup mencakup dasar-dasar ketentuan perencanaan perkerasan jalan, yaitu :
- Analisis kekuatan tanah dasar dan lapis pondasi.
- Perhitungan beban dan komposisi lalu-lintas.
- Analisis kekuatan beton semen untuk perkerasan
Pedoman Perkerasan Beton semen ini menguraikan Prosedur Perencanaan Tebal Perkerasan dan contoh Perhitungan. Perkerasan beton semen pra-tegang tidak termasuk di dalam buku ini. Prosedur ini tidak direkomendasikan untuk perencanaan tebal perkerasan di daerah
permukiman dan kawasan industri.
Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen dapat diunduh disini.